a. Masa Pra-Sejarah (…s/d 3000 SM) Pada masa pra-sejarah teknologi informasi digunakan sebagai sistem
untuk pengenalan bentuk-bentuk yang ingin dikenali. Informasi yang
didapatkan kemudian digambarkannya pada dinding-dinding gua atau
tebing-tebing bebatuan. Pada masa pra-sejarah sudah dimiliki kemampuan
mengidentifikasi benda-benda yang ada disekitar lingkungan dan
mepresentasikannya dalam berbagai bentuk yang kemudian dilukis pada
dinding gua tempat tinggal mereka.
Mengkomunikasikan informasi dengan gambar/lukisan menjadi pilihan
yang baik karena kemampuan berbahasa pada waktu itu hanya berkisar pada
suara dengusan dan isyarat tangan. Perkembangan selanjutnya mereka mulai
menggunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti
gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, isyarat asap
sebagai alat pemberi peringatan terhadap keadaan tertentu seperti
keadaan bahaya.
b. Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400-an M)
Pada masa sejarah, teknologi informasi berkembang pada masayarakat
kalangan atas seperti para kepala suku atau kelompok, digunakan pada
kegiatan tertentu seperti upacara, dan ritual. Teknologi informasi
belum digunakan secara masal seperti yang kita kenal sekarang ini.