BAB 1
1. Definisi Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan merupakan cabang salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia, dan dalam merepresentasikan pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan dan proses informasi berdasarkan metode heuristic1 atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.
Artificial Intelligence (AI) merupakan sub bidang pengetahuan komputer yang khusus ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia.
2. Sistem Cerdas dalam Bisnis
Sistem cerdas di dunia bisnis menggunakan satu atau lebih tool cerdas, biasanya untuk membantu pengambilan keputusan.
A. Menyediakan kecerdasan bisnis untuk :
–Meningkatkan produktifitas
–Memperoleh keuntungan kompetitif (bersaing)
B. Contoh kecerdasan bisnis –informasi mengenai :
–Pola perilaku pelanggan
–Tren pasar
–Leher-botol (kemacetan) efisiensi
C. Contoh aplikasi sistem cerdas yang sukses di bisnis :
–Layanan Pelanggan/Customer(Pemodelan Relasi Pelanggan)
–Penjadwalan (misal: Operasi tambang)
–Data mining
–Prediksi pasar keuangan (saham, dll)
–Kendali kualitas (Quality control)
3. Karakteristik Sistem Cerdas
Sistem cerdas memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Memiliki fasilitas informasi yang handal
b. Mudah dimodifikasi
c. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
d. Memilki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
e. Bekerja secara sistematis berdasarkan pengetahuan dan mekanisme tertentu.
f. Dapat menalar data-data yang tidak pasti dan memberikan beberapa alasan pemilihan.
g. Dikembangkan secara bertahap dan terbatas pada bidang keahlian tertentu saja.
h. Outputnya yang dihasilkan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
BAB 2
Artificial Intelligence
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon [1987]).
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).
Sejarah AI
1. Definisi Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan merupakan cabang salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia, dan dalam merepresentasikan pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan dan proses informasi berdasarkan metode heuristic1 atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.
Artificial Intelligence (AI) merupakan sub bidang pengetahuan komputer yang khusus ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia.
2. Sistem Cerdas dalam Bisnis
Sistem cerdas di dunia bisnis menggunakan satu atau lebih tool cerdas, biasanya untuk membantu pengambilan keputusan.
A. Menyediakan kecerdasan bisnis untuk :
–Meningkatkan produktifitas
–Memperoleh keuntungan kompetitif (bersaing)
B. Contoh kecerdasan bisnis –informasi mengenai :
–Pola perilaku pelanggan
–Tren pasar
–Leher-botol (kemacetan) efisiensi
C. Contoh aplikasi sistem cerdas yang sukses di bisnis :
–Layanan Pelanggan/Customer(Pemodelan Relasi Pelanggan)
–Penjadwalan (misal: Operasi tambang)
–Data mining
–Prediksi pasar keuangan (saham, dll)
–Kendali kualitas (Quality control)
3. Karakteristik Sistem Cerdas
Sistem cerdas memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Memiliki fasilitas informasi yang handal
b. Mudah dimodifikasi
c. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer
d. Memilki kemampuan untuk belajar beradaptasi.
e. Bekerja secara sistematis berdasarkan pengetahuan dan mekanisme tertentu.
f. Dapat menalar data-data yang tidak pasti dan memberikan beberapa alasan pemilihan.
g. Dikembangkan secara bertahap dan terbatas pada bidang keahlian tertentu saja.
h. Outputnya yang dihasilkan sesuai dengan apa yang kita harapkan.
BAB 2
Artificial Intelligence
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon [1987]).
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).
Sejarah AI
- Era komputer elektronik (1941)
- Masa persiapan AI (1943-1956)
- Awal perkembangan (1952-1969)
- Perkembangan AI melambat (1966-1974)
- Sistem berbasis pengetahuan (1969-1979)
- AI menjadi sebuah industry (1980-1988)
- Kembalinya jaringan saraf tiruan (1986 – sekarang)
Contoh AI
1. Siri
2. Auto-Drive Tesla
3. Nest Learning Thermostat Google
BAB 3
Pengertian Agen Cerdas
1. Siri
2. Auto-Drive Tesla
3. Nest Learning Thermostat Google
BAB 3
Pengertian Agen Cerdas
Agen cerdas (Artificial Intelligence) adalah sebuah agen yang menerima persepsi dari lingkungan dan melakukan tindakan.Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kecerdasan buatan sehingga agen tersebut dapat berpikir dan bertindak selayaknya manusia (atau mungkin lebih baik dari pikiran manusia). Ilmu AI dalam permainan umumnya digunakan untuk membuat agen yang dapat mengambil tindakan, memiliki kecerdasan, dan bisa memahami keputusan terhadap kondisi permainan yang dinamis.
Perancangan Agen Cerdas
Dalam perancangan sebuah agen cerdas, terdapat PEAS: Performance measurement, Environment, Actuators, Sensors yang harus terpenuhi. Dalam agen cerdas robot yang dapat menyapu halaman rumah sendiri, PEAS-nya adalah
- Performance measurement : cepat, bersih, menghemat tenaga
- Environment : rumah, halaman, penghuni rumah
- Actuators : lengan dan tangan robot
- Sensors : Kamera
Karakteristik agen
1. Autonomous, yaitu agen berkemampuan untuk melakukan tugasnya dan mengambil keputusan secara mandiri tanpa adanya intervensi dari luar seperti agen lain, manusia ataupun entitas lain.
2. Reaktif, yaitu kemampuan agen untuk cepat beradaptasi terhadap perubahan informasi yang ada pada lingkungannya.
3. Proaktif, yaitu kemampuan yang berorientasi pada tujuan dengan cara selalu mengambil inisiatif untuk mencapai tujuan.
Tipe Agen
1. Simple Reflex Agents
Agen refleks sederhana merupakan agen yang paling sederhana karena dia hanya menerapkan teknik kondisi-aksi.
2. Model-Based Reflex Agents
Model-Based Reflex Agents merupakan perkembangan dari simple reflex agents. Agen refleks sederhana dapat melakukan tindakannya dengan baik jika lingkungan yang memberikan percept/kesan tidak berubah-ubah
3. Goal-Based Agents
Goal-based agents merupakan perkembangan dari model-based reflex agents dimana pengetahuan agen akan keseluruhan keadaan pada lingkungan tidak selalu cukup.
Suatu agen tertentu harus diberikan informasi tentang tujuan yang merupakan keadaan yang ingin dicapai oleh agen.
Jenis Lingkungan
1. Fully observable – partially observable
Fully observable yaitu sensor dapat mengamati keadaan penuh pada suatu lingkungan
Partially observable yaitu sensor hanya dapat mengamati sebagian keadaan pada lingkungannya.
Pada robot yang dapat menyapu halaman rumah sendiri lingkungannya bersifat partially observable karena sensor hanya dapat mengamati sebagian keadaan pada lingkungannya.
2. Deterministic – stochastic
Deterministik yaitu dimana keadaan lingkungan selanjutnya bergantung pada keadaan sekarang dan juga tindakan yang akan dilakukan oleh agen
Stochastic yaitu di mana keadaan selanjutnya tidak bergantung pada keadaan sekarang dan juga tindakan yang akan dilakukan oleh agen.
Pada robot yang dapat menyapu halaman rumah sendiri lingkungannya bersifat Stochastic karena keadaan selanjutnya tidak bergantung pada keadaan sekarang dan juga tindakan yang akan dilakukan oleh agen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar